Kamis, 14 Juni 2012

Keajaiban batin


Kisah si gadis kembar meyla dan meysia
Meyla dan Meysia adalah dua gadis kembar yatim piatu, orang tua mereka meninggal saat mereka masih membutuhkan kasih sayang orang tua. Kejadian itu bermula saat Ibu Meyla dan Meysia melahirkan, Ayah mereka sedang sibuk mencari biaya melahirkan Ibu mereka, saat sang Ayah ingin kembali ke rumah sakit,tanpa sengaja sebuah mobil sedan menabrak Ayah Meyla dan Meysia, Ayah Meyla dan Meysia pun meninggal. Untunglah datang Pak Burhan dan Istrinya ke rumah sakit, mereka lah yang menanggung semua biaya melahirkan Ibunya Meyla dan Meysia, tapi semua tak berlangsung lama, dua jam setelah melahirkan anak kembarnya sang Ibu pun meninggal karena kekurangan banyak darah.
Karena tidak ada keluarga yang lain akhirnya bayi kembar itu pun di asuh oleh Pak Burhan dan Istrinya, kebetulan Pak Burhan dan Istrinya adalah sahabat dari orang tua Meyla dan Meysia. Mereka pun mengasuh bayi kembar itu dengan penuh kasih sayang.Meyla dan Meysia di rawat seperti anak kandung mereka sendiri. Tak heran Meyla dan Meysia hidup seperti anak – anak kebanyakan yang lain.
Tidak terasa usia anak gadis Pak Burhan sudah menginjak dewasa, mereka menjadi gadis kembar yang cantik, rambut panjang terurai, berlesung pipi, adalah milik Meyla, sedangkan Meysia berambut pendek, dan berlesung pipi, jadi Pak burhan dan Bu Burhan bisa membedakan yang mana Meyla dan yang mana Meysia, kalau tidak ada tanda khusus semua orang pasti sulit membedakan yang mana Meyla dan yang mana Meysia.
Meyla dan Meysia adalah gadis yang baik dan santun, mereka sering bergabung di kegiatan- kegiatan social, mereka juga sering mendatangi yayasan Kasih Ibu. Meyla dan Meysia selalu di nanti oleh anak- anak panti, dipanti ini banyak anak- anak yang di buang oleh orang tuanya, gak heran kalau Meyla dan Meysia sering memberikan perhatian lebih untuk anak- anak itu.
Sebenarnya Meyla dan Meysia sudah mengetahui kalau mereka bukanlah anak kandung dari Pak Burhan dan Bu Burhan, tapi mereka tetap menerima orang tua itu seperti orang tua kandung mereka sendiri.
Malam ini Pak Burhan dan istrinya tertidur pulas, begitu juga dengan si kembar Meyla dan Meysia, mereka tidak menyadari kalau dua orang pencuri sedang mengendap- endap di ruang tamu mereka. Tiba- tiba Meyla tebangun, dia ingin mengambil minum di dapur, Meyla tidak menyadari kalau pencuri itu sudah berada di dapur, sesampainya Meyla di dapur tiba- tiba,”Aaargh…..siapa kalian? kalian pencuri ya?Tolong…..” teriak Meyla. Meysia, dan orang tua angkat mereka pun keluar menuju dapur, tanpa di sangka karena panik si pencuri itu menusuk perut Meyla.
Meyla langsung di bawa ke rumah sakit, Meyla kehilangan banyak darah, Dokter meminta transfusi darah dari kembaran Meyla, yaitu Meysia.Sebelum melakukan transfusi darah, dokter terlebih dulu mengecek darah Meysia, tapi tiba- tiba dokter meminta para suster melakukan Pemeriksaan darah secara keseluruhan, mereka pun di bawa ke laboratorium.
Hasil Laboratorium menyatakan Meysia terkena penyakit Thalasemia (penyakit kelainan darah ), Orang tua si kembar pun panik ,”Bagaimana ini dokter?Apa yang harus saya lakukan?Saya tidak bisa memberikan darah untuk Meyla.” Orang tua Meyla dan Meysia pun menceritakan bahwa mereka bukanlah orang tua kandung gadis kembar itu.Dokter pun meminta darah dari PMI , untunglah PMI mempunyai banyak stok darah untuk Meyla.
http://cerpen.net/wp-content/uploads/2012/05/kisah-gadis-kembar.jpgSetelah seminggu di rawat di Rumah Sakit, Meyla pun di izinkan pulang.Keadaan pun keluarga itu pun kembali ceria. Orang tua si kembar itu merahasiakan penyakit Meysia dari gadis kembar itu.Untuk sementara Meyla harus duduk di kursi roda karena luka tusukan di perut Meyla belum kering, tidak heran kalau kembarannya Meysia sering mendorong kursi roda Meyla untuk jalan- jalan ke taman.
Minggu ini seperti biasa, Meysia mendorong kursi roda Meyla untuk jalan- jalan di taman, tiba- tiba, “Aduh….kepala ku pusing..”teriak Meysia.Mereka pun beristirahat di bawah pohon cemara di taman itu.Ternyata sakit kepala yang di rasakan Meysia, tidak berlangsung saat itu saja, sejak saat itu, tubuh Meysia mulai lemah.Hari- hari Meysia kini di habiskan di rumah sakit, teman Meysia sekarang adalah obat, infuse, suntik, kadang pun harus transfusi darah.Sementara saudara kembarnya Meyla, mulai membaik, Meyla sudah bisa berjalan dan kembali sehat.
“Aduh…..” teriak Meysia, kepala Meysia terasa sakit sekali, tulang- tulang di tubuhnya serasa mau patah, Meysia terus menjerit, tidak ada pilihan lain Meysia harus di rawat di rumah sakit lagi. Sesampainya di rumah sakit, Dokter menyarankan Meysia harus cuci darah seminggu sekali.”Cuci darah dokter?Apa tidak ada jalan lain dok?”Tanya Ibu angkat Meyla dan Meysia itu .”Maaf Ibu, memang prosedur untuk penyakit kelainan darah atau Thalasemia harus seperti itu.”jawab Dokter.
Sejak saat itu Meysia harus menjalani cuci darah seminggu sekali.Awalnya memang terasa sakit,tapi karena sudah terbiasa dan selalu di temani kembarannya Meyla, Meysia pun bisa menjalani ini semua dengan senang. Dua bulan sudah hari – hari Meysia di habiskan untuk bolak- balik ke rumah sakit hanya untuk melakukan cuci darah.”Meysia…gimana kondisi mu?”Tanya Meyla pada saudara kembarnya itu, Meysia hanya mengangguk lemah, dia memegang tangan Meyla, “Aku akan selalu disini menemani mu Meysia, kau tenang saja ya?”Ujar Meyla, tapi Meysia hanya mengangguk lemah.
Ternyata kondisi Meysia mulai membaik, dokter pun mengizinkan Meysia untuk pulang dengan syarat Meysia tidak boleh mengalami kelelahan dan harus tetap melakukan cuci darah, tapi karena sudah keasyikan di rumah Meysia mulai jarang untuk mengecek kesehatannya, apalagi untuk cuci darah dengan jadwal seminggu sekali.Orang tuanya serta Meyla pun sudah lupa karena mereka sibuk dengan urusannya masing- masing.
Tapi hari ini, “Meysia….kamu dimana nak?”panggil Ibu, kamar Meysia kosong, selama ini Meysia hanya terbaring di kamar, kalau mau kemana- mana pasti harus ada orang lain yang harus memapah Meysia, di karenakan semua tubuh Meysia akan terasa sakit kalau di gerakkan.Tidak ada sahutan, saat Ibu menuju kamar mandi, Ibu melihat Meysia pingsan di kamar mandi, dia terjatuh.Ibu dan Ayah angkat nya itu pun membawa Meysia ke kamar, ternyata obat yang seharusnya di minum Meysia, tidak pernah di minumnya. Itu yang mengakibatkan Meysia lemas seperti ini, ya Meysia memang sangat bergantung dengan obat , cuci darah,dan suntik vitamin.
Akhirnya Meysia pun harus masuk ke rumah sakit lagi. Tapi kali ini kondisi Meysia semakin parah, sekarang Meysia harus melakukan cuci darah empat kali seminggu, sungguh membuat Meysia sangat menderita. Apalagi di ruangan cuci darah itu sudah tidak boleh lagi ditemani oleh pihak keluarga, mereka hanya boleh melihat Meysia dari kaca luar ruangan transfusi.Kelainan darah (Thalasemia) memang membuat Meysia menderita.Waktu sholat zuhur tiba, Meyla pun pergi ke musholla rumah sakit, setelah Shalat Meyla pun berdo’a untuk kesembuhan saudara kembarnya itu, “Ya Allah…berikanlah Meysia kekuatan dalam menjalani hari-hari nya sekarang ini.Ya Allah… berikanlah Meysia kesembuhan…andai saja aku bisa menggantikan posisi Meysia, aku ingin menggantikan posisinya Ya Allah…Sembuhkanlah Meysia, Ya Allah…Amiin..”
Selesai melakukan Shalat Meyla pun kembali ke ruangan Meysia, dia melihat kondisi saudara kembarnya itu dengan dua jarum Infuse, satu Infuse biasa dan satu lagi Infuse yang berisi darah ,dan alat pemicu jantung.Saat Meyla sedang melihat saudara kembarnya itu, tiba- tiba alat pemicu jantung Meysia berbunyi, Meyla langsung berlari memanggil dokter.Dengan sigap Dokter pun menolong Meysia, sekarang Meyla melihat Dokter sedang memakaikan setrum listrik untuk jantung Meysia, Orang tua angkat si kembar itu pun sampai di rumah sakit. Tapi ternyata Allah berkehendak lain, penyakit Thalasemia yang di idap Meysia ternyata sudah akut, Dokter pun memvonis Meysia meninggal dunia.
“Jangan tinggalin aku Meysia….aku gak mau sendirian….kita dilahirkan bersama, kita juga harus pergi bersama….”Meyla menangis di pusara saudara kembarnya itu, saking banyaknya menangis tanpa disadari Meyla hidungnya mengeluarkan banyak darah, Orang tua angkat gadis kembar itu pun segera membawa Meyla ke rumah sakit, Meyla langsung di bawa ke ruangan UGD, para dokter dan suster tampak sibuk berlarian di ruangan itu, “Dokter, ada apa dengan anak angkat saya?dia tidak apa- apa kan Dokter?”Tanya Ayah angkat Meyla dan Meysia itu. “Tenang Pak, Kami sedang mengusahakannya, sepertinya anak Bapak ini juga mengalami penyakit seperti saudara kembarnya yang tadi meninggal itu.”ujar Dokter.Dokter langsung masuk ke ruangan UGD itu, Suster kembali menemui orang tua angkat Meyla,”Maaf pak, anda orang tua dari pasien yang bernama Meyla?”Tanya suster.”Iya suter, ada apa dengan anak angkat saya?”Tanya orang tua angkat Meyla.”Begini pak, Meyla kehilangan banyak darah, setelah di lakukan pemeriksaan ternyata anak Bapak ini juga mengalami penyakit yang sama seperti saudara kembarnya yaitu,Thalasemia, maka dari itu sekarang anak Bapak ini membutuhkan banyak darah, golongan darah anak Bapak ini AB, golongan darah ini sulit di cari hanya golongan darah AB saja yang dapat mentransfusikan darah nya, kalaupun ada darah lain golongan darah O, itu pun belum tentu bisa diterima oleh darah Meyla, Pak.”Suster memberikan penjelasan pada orang tua angkat Meyla. “Golongan darah saya dan suami saya B , Suster…”Ujar Ibu Meyla dengan menangis sesegukan.”Baik, kalau begitu tidak ada jalan lain, kita hanya bisa menunggu stok darah dari PMI”Ujar Suster.
Kondisi Meyla semakin kritis, “Ibu, Ayah… Maafin Meyla, Meyla udah gak kuat lagi Bu…Meyla mau menyusul Meysia saja….”Rintih Meyla.”Apa yang kamu bilang nak?Anak Ibu dan Bapak tinggal kamu, Kami gak mau kehilangan kamu Nak?”tangis Ibu mulai pecah,”Tapi kasihan Meysia disana Bu…Apalagi Meysia sudah bahagia bersama Ibu dan Ayah kandung kami”Jawab Meysia,”Darimana kamu tahu nak?”Tanya Ibu.”Tadi Meyla mimpi melihat mereka bertiga Bu…Meyla ingin kesana…”Jawab Meyla.”Jangan tinggalin Ibu ya Nak….”Ibu angkat gadis kembar itu hanya bisa menangis.
Dan sekarang Ibu dan Ayah angkat dari gadis kembar itu sudah ada di pemakaman, Ya…Akhirnya Meysia pun menyusul saudara kembarnya Meyla.”Sekarang mereka semua sudah berkumpul Bu…”Ujar Ayah angkat Meyla dan Meysia.”sampai kapan pun kalian tetap anak- anak Ibu, walaupun kalian hanya anak angkat, tapi Ibu sayang sama kalian berdua gadis kembarku.”Ibu hanya bisa menangis di tanah merah kedua anak gadisnya kembarnya itu.
z z

Tidak ada komentar:

Posting Komentar