Pada hakekatnya, apabila kita berbuat baik, sebetulnya kita juga yang beruntung, bukan orang lain. Sama halnya jika kita berbuat buruk, akibatnya juga akan menimpa kita sendiri. Karena itu Allah mengingatkan dalam Firman-NYA :
“kalau kamu berbuat baik, sebetulnya kamu berbuat baik untuk dirimu. Danjika kamu berbuat buruk, berarti kamu telah berbuat buruk atas dirimu pula.”(surat Al Isra’/17: 7)
إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا
Kita sadar, bahwa dalam hidup ini kadang kita berbuat baik dan kadang pula kita berbuat keburukan. Semuanya berjalan silih berganti. Sebab, tidak mungkin kita berbuat baik terus menerus sampai akhir hayat kita karena kita bukan malaikat yang disuruh oleh Allah SWT untuk berbuat baik terus. Dan kita juga tidak mungkin berbuat buruk terus menerus sampai akhir hayat kita karena kita bukan iblis atau syetan yang selalu berbuat jahat dan keburukan. Maka, tinggal bagaimana usaha kita dalam meraih kebaikan, yang mana kebaikan yang kita lakukan itu untuk kita sendiri dan juga akan mendapat pahala dari Allah SWT.
Umur kita, mungkin tinggal hari ini. Maka anggaplah masa hidup kita tinggal hari ini saja, atau seakan-akan kita dilahirkan hari ini dan akan mati hari ini juga. Oleh karena itu, bagaimana kita memaksimalkan hari ini untuk meraih kebaikan yang diridhai oleh Allah SWT, dan menjauhi keburukan.
Jangan pernah merasa rugi untuk berbuat baik kepada orang lain, karena kebaikan yg kita lakukan itu sesungguhnya untuk diri kita sendiri
Sumber : KULIAH TUJUH MENIT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar